SAMPANG, NUsampang.com
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sampang menggelar kegiatan Rencana Strategis (Renstra) di Kantor PCNU Sampang.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 15 hingga 16 Januari 2026, dan diikuti oleh seluruh pengurus PC Fatayat NU Sampang.

Ketua PC Fatayat NU Sampang, Haniatus Shofiyah, mengatakan bahwa kegiatan Renstra bertujuan untuk menyusun program kerja organisasi selama lima tahun ke depan.

Menurutnya, Renstra menjadi wadah bagi pengurus PC Fatayat NU Sampang untuk menggali dan menemukan potensi, sekaligus mengembangkan kreativitas melalui program-program yang disesuaikan dengan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki.

“Renstra merupakan salah satu wadah di mana pengurus diarahkan untuk menggali dan menemukan potensi serta mengembangkan kreativitas melalui program-program yang disesuaikan dengan SDM yang ada,” ujarnya, Sabtu (17/01/2026).

Ia menjelaskan bahwa seluruh pengurus PC Fatayat NU Sampang terlibat dalam proses penyusunan Renstra dengan pendampingan dari Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Timur.

“Penyusunan Renstra dimulai dari penentuan mimpi atau keinginan prioritas dari masing-masing bidang dan lembaga. Proses tersebut disusun sejak tahapan paling awal dengan mekanisme yang terarah dan terukur sehingga menghasilkan program kerja yang benar-benar menerjemahkan visi dan misi organisasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Haniatus Shofiyah menyampaikan bahwa program prioritas PC Fatayat NU Sampang meliputi optimalisasi ranting di setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC), penguatan kepemimpinan perempuan (women leadership), pengkaderan, advokasi, serta pengembangan ekonomi melalui pelatihan penggalangan dana (fundraising).

Ia berharap melalui penyusunan Renstra ini dapat terwujud program-program yang terarah dan terukur selama lima tahun ke depan, sehingga setiap penanggung jawab bidang dan lembaga memahami serta fokus terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Kami juga berharap setelah Renstra ditetapkan, visi dan misi Fatayat NU yang diterjemahkan melalui berbagai program unggulan dapat tercapai,” ucapnya.

Meski demikian, Haniatus Shofiyah mengakui adanya sejumlah tantangan dalam pelaksanaan Renstra, khususnya terkait keterbatasan waktu.

“Tantangannya adalah waktu, karena mayoritas pengurus Fatayat NU merupakan ibu-ibu muda yang harus membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, adat dan budaya yang berlaku di masyarakat, serta tetap meluangkan waktu untuk berkhidmat di Fatayat NU,” ungkapnya.

Ia juga menilai bahwa selama ini kader Fatayat NU bersikap kooperatif dan memiliki semangat untuk terus belajar hal-hal baru.

“Semoga kader Fatayat NU tetap solid dalam menghadapi berbagai rintangan dan tantangan,” pungkasnya. (Yustin Animawati)***