NUsampang.com,
Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, melakukan pemantauan hilal 1 Syawal 1447 Hijriah, pada Kamis (19/03/2026) sore. Hasilnya, hilal tidak terlihat.
Sebab, kondisi tinggi hilal di Sampang berada di bawah 3 derajat dengan elongasi haqiqy berada di angka 5 derajat 31 menit. Dalam kondisi ini, tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal (imkanur rukyat).
Rukyatul Hilal adalah metode pengamatan langsung terhadap hilal atau bulan sabit muda pertama pada saat matahari terbenam di tanggal 29 bulan Qamariah.
“Dengan begitu, kami sampaikan hasil observasi rukyatul hilal pada sore ini di Sampang tidak dapat melihat hilal,” kata Ustad Husnan, Ketua LF PCNU Kabupaten Sampang.
Menurut Husnan, wilayah yang posisi hilalnya paling baik di Indonesia adalah Aceh, dengan tinggi hilal sekitar 2° 51’ dan elongasi sekitar 6° 09’.
Artinya, bulan memang sudah berada di atas ufuk dan jaraknya dari Matahari juga sudah mulai terbuka, sehingga secara teori ada kemungkinan untuk terlihat, namun kondisinya masih sangat tipis.
“Maka secara hisab kami memprediksi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada Sabtu Pahing tanggal 21 Maret 2026,,” ujarnya.
Meski demikian, kepastian akhir tetap menunggu sidang isbat pemerintah yang akan digelar pada Kamis malam. Hasil rukyat dari berbagai titik pemantauan di Indonesia akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam penetapan resmi awal Syawal.

Tinggalkan Balasan