SAMPANG, NUsampang.com,
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang mengirimkan sebanyak 1.031 jemaah untuk mengikuti kegiatan Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang pada 7-8 Februari 2026.
Ribuan jemaah ini dilepas langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang, KH M Itqan Bushiri, dengan misi tunggal membawa aspirasi doa warga Madura ke kancah nasional. Namun bebelumnya, ribuan warga nahdliyin tersebut mendapatkan beberapa arahan dari Kyai Itqan.
Kyai Itqan nampak didampingi Sekretaris PCNU Sampang Ust Rohman Rohim, Kabag Ops Polres Sampang Kompol Junaidi, Kasat Intel AKP Handoko dan Kasatlantas AKP Sulaiman.
Kyai Itqan mengatakan, ribuan warga nahdliyin ini nantinya akan bergabung dengan ratusan ribu nahdliyin dari berbagai penjuru tanah air. Menurutnya, partisipasi ribuan warga Sampang ini bukan sekadar menghadiri keramaian, melainkan sebuah misi spiritual besar untuk keselamatan bangsa.
“Keberangkatan kita hari ini ke Kota Malang bukan hanya untuk memenuhi tribun stadion, bukan pula sekadar seremonial. Kita berangkat sebagai satu barisan, membawa amanah doa dari masyarakat Sampang untuk mengetuk pintu langit,” katanya, usai melepas rombongan, Sabtu (07/02/2026).
Ketua PCNU Sampang dua periode itu mengungkapkan, delegasi yang dikirimkan PCNU Sampang merupakan komposisi lengkap yang terdiri dari jajaran pengurus Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, Lembaga, hingga badan otonom (Banom) dan warga nahdliyin lintas Kecamatan.
Dalam kesempatan itu, Kiai Itqan secara khusus menitipkan pesan moral agar seluruh jemaah menjaga marwah organisasi selama berada dilokasi acara. Pihaknya meminta ribuan jemaah itu menjadi representasi warga Sampang yang santun dan disiplin.
“Saya titip pesan jagalah nama baik Kabupaten Sampang dan marwah NU. Tunjukkan bahwa warga Sampang adalah pribadi yang santun, tertib, dan sabar. Jadikan setiap zikir yang terucap di sepanjang jalan sebagai wasilah untuk memohon keselamatan bagi daerah kita, para pemimpin kita, dan persatuan NKRI,” imbuhnya.
Lebih lanjut, dia menyoroti urgensi Mujahadah Kubro sebagai momentum refleksi batin bagi seluruh kader NU. Menurutnya, doa adalah instrumen utama dalam menghadapi kompleksitas tantangan zaman yang kian dinamis.
“Di tengah situasi dunia yang penuh tantangan ini, senjata paling ampuh bagi kita adalah doa. Melalui Mujahadah Kubro ini, kita bersimpuh memohon pertolongan Allah SWT agar Nahdlatul Ulama terus menjadi pilar penjaga agama dan negara yang kokoh,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Kiai Itqan memohon doa agar perjalanan rombongan dengan menumpangi 53 (lima puluh tiga) armada dari Kabupaten Sampang ke Kota Malang berjalan lancar dan selamat sampai tujuan. (Mukrim)***

Tinggalkan Balasan