SAMPANG, NUsampang.com — Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pangarengan menggelar rapat koordinasi di kantor MWCNU Pangarengan dalam rangka persiapan peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103, dengan melibatkan panitia pelaksana dengan melibatkan badan otonom dan lembaga.
Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mematangkan konsep kegiatan, membagi tugas kepanitiaan, serta memastikan seluruh rangkaian acara Harlah NU ke-103 dapat terlaksana dengan tertib, khidmat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah agenda kegiatan yang akan menjadi bagian dari peringatan Harlah NU ke-103. Kegiatan sosial menjadi fokus utama, di antaranya pelaksanaan sunnatan massal dan donor darah yang dijadwalkan pada Rabu 24 Desember 2025 mendatang.
Selain itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, panitia juga merencanakan kegiatan penanaman 103 pohon.
Rangkaian kegiatan lainnya adalah ziarah muassis atau pendiri NU yang dijadwalkan pada awal Januari 2026. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat keteladanan dan memperkuat nilai-nilai perjuangan para ulama pendiri NU di kalangan warga nahdliyin.
Ketua MWCNU Pangarengan, KH Moh Sholihin, menegaskan bahwa esensi peringatan Harlah NU bukan terletak pada kemewahan acara, melainkan pada ikhtiar dan kesungguhan dalam melaksanakannya.
“Yang terpenting bagi kita adalah tetap berupaya melaksanakan Hari Lahir Nahdlatul Ulama. Meski dilaksanakan secara sederhana, namun harus penuh keikhlasan dan semangat khidmat kepada jam’iyah,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan Harlah NU ke-103 dapat menjadi sarana memperkuat komitmen pengabdian NU kepada umat, bangsa, dan negara, sekaligus meneguhkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah kehidupan masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap NU sejak usia dini, panitia juga akan menggelar lomba mewarnai dan menyanyi bagi peserta PAUD dan TK.
Rangkaian Harlah NU ke-103 akan ditutup dengan malam puncak berupa istighotsah bersama sebagai momentum spiritual untuk mempererat ukhuwah warga NU. (Imam Faroji Wahdi)***

Tinggalkan Balasan