SAMPANG, NUsampang.com.
Suasana di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sampang, Madura, Jawa Timur, Kamis pagi (30/04/2026) ramai oleh ratusan warga rutan yang diruqyah massal. Sebanyak 100 warga binaan dan sejumlah karyawan mengikuti ruqyah
Ruqyah massal tersebut digelar dengan menggandeng Pimpinan Cabang (PC) Jamiyyah Ruqyah Aswaja (JRA) An-Nahdliyah Team Rato Ebuh Sampang. Sebelum prosesi ruqyah dilaksanakan, para warga binaan diberikan siraman rohani.
Ratusan warga binaan tampak khusyuk mengikuti rangkaian ruqyah yang dipimpin oleh para praktisi ruqyah dari JRA Team Rato Ebuh Sampang. Sedikitnya ada 15 orang praktisi JRA yang hadir pada kegiatan tersebut.
Pada saat proses terapi Qur’ani yang dipimpin oleh Ust Ahmad Rofiq dan Ust Moh Siri, banyak warga binaan yang bereaksi muntah dan berteriak. Ada pula peserta yang merasakan kepanasan dan menutup telinganya. Hal ini menunjukkan adanya respon dari penyakit yang keluar.
Ali Yunus, seorang petugas bagian Pembinaan, Kemandirian, dan Kepribadian Rutan Kelas IIB Sampang menjelaskan, bahwa terapi Qur’ani (ruqyah) massal merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat.
“Kedepannya, kegiatan ini bisa dijadikan kegiatan rutin, bergantian dengan program dari bagian Dakwah Al-Wafa, yaitu program ruqyah, ngaji kitab, tahlilan, dan acara keagamaan lainnya,” ucap Ali.
Menurut Ali Yunus, ruqyah ini bertujuan untuk membersihkan diri dari pengaruh negatif, meningkatkan ketenangan batin, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Alhamdulillah, para warga binaan antusias sekali. Kegiatan ini sangat positif, baik untuk pengobatan medis, non medis, maupun psikis. Mereka memang memerlukan itu,” imbuhnya.
Ali berharap warga binaan dapat menjalani masa pidananya dengan lebih baik dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih positif.
Sementara itu, RK Muafi Al-Fahris menyampaikan bahwa Jam’iyyah Ruqyah Aswaja An-Nahdliyah merupakan sayap dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama’ (LDNU).
Pria yang akrab disapa Ra Afi menjelaskan bahwa ruqyah bukan hanya digunakan untuk orang kesurupan saja. Tetapi, ruqyah adalah pengobatan segala macam penyakit dengan ayat-ayat suci Al-quran, sholawat, dan juga do’a.
“Penyakit itu ada 3, pertama penyakit medis yang berhubungan dengan kedokteran seperti darah tinggi, asam urat dan kolesterol. Kedua, penyakit non medis seperti gangguan jin, sihir, dan santet. Dan yang terakhir adalah penyakit psikis, biasanya karena trauma, ketakutan, kecanduan, dan lainnya,” jelasnya.
Ra Afi juga mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Rutan) Kelas IIB Sampang. Ia berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan sebagai bentuk dakwah dan pelayanan spiritual kepada siapa pun yang membutuhkan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak rutan, karena sudah diberikan waktu untuk mengisi dakwah melalui program ruqyah di sini. Kami mohon maaf jika ada kekurangan atau belum maksimal,” tandasnya.
Ditempat yang sama, salah satu warga binaan berinisial ER yang turut mengikuti ruqyah massal mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya.
“Alhamdulillah, acara sangat positif, sangat bagus. Kami sebagai warga binaan sangat gembira ada acara seperti ini. Mudah-mudahan kami sembuh dari segala macam penyakit, baik penyakit luar maupun dalam. Mudah-mudahan juga dibukakan pintu taubat untuk kami dan mendapatkan ampunan serta ridho dari Allah SWT,” kata ER.
Sebagai informasi, ruqyah massal ini merupakan program PC JRA An-Nahdliyah Team Rato Ebuh Sampang. Biasanya diagendakan di masjid-masjid dan tempat pendidikan, namun kali ini bekerja sama dengan pihak Rutan Kelas IIB Sampang,
Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pembinaan spiritual sekaligus pengobatan non medis bagi warga binaan, sejalan dengan program pembinaan kepribadian yang rutin dijalankan di Rutan Kelas IIB Sampang.

Tinggalkan Balasan