JOMBANG, nusampang.com.
Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada Nahdlatul Ulama (NU) atas kontribusinya dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri pembukaan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/06/2026).

Prabowo menilai NU merupakan institusi yang memiliki sejarah panjang serta jasa besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, semangat nasionalisme NU tercermin dalam lagu “Syubbanul Wathan” yang diciptakan KH Abdul Wahab Hasbullah sebelum Indonesia merdeka.

“Lagu ini bisa dikatakan adalah lagu patriotik, lagu nasionalis, lagu yang dibuat oleh kelompok religius, tapi semangatnya adalah semangat cinta tanah air dan semangat nasionalisme yang luar biasa,” kata Prabowo.

Ia menegaskan, cita-cita para pendiri NU sejalan dengan upaya membangun Indonesia sebagai bangsa yang bangkit, terhormat, adil, dan makmur. Menurut Prabowo, kemakmuran tidak dapat dipisahkan dari keadilan.

Prabowo juga menyoroti peran ulama dan pesantren dalam menjaga keamanan, kerukunan, serta kehidupan sosial masyarakat. Ia mengingatkan agar jasa para ulama, baik yang dikenal luas maupun para kiai di tingkat kampung, tidak dilupakan.

“Jangan sekali-kali melupakan jasa ulama yang terkenal maupun kiai kampung yang mungkin namanya tidak pernah masuk televisi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung pentingnya hubungan yang dekat antara pemerintah dengan organisasi keagamaan besar seperti NU dan Muhammadiyah. Ia mengatakan dukungan kedua organisasi tersebut memiliki arti penting bagi stabilitas dan masa depan Indonesia.

Prabowo turut menyampaikan komitmennya untuk memenuhi sejumlah kebutuhan sekolah dan pesantren NU, termasuk penyediaan layar interaktif untuk ruang kelas. Ia mengatakan sekolah-sekolah NU akan mendapatkan dukungan tersebut sebagaimana sekolah negeri.

“Sekolah-sekolah NU akan menerima langsung empat,” kata Prabowo.

Prabowo jua menekankan pentingnya kerukunan di internal NU. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa kekuatan NU akan turut memperkuat Indonesia.

“Indonesia kuat kalau NU rukun, Indonesia rukun. NU bersih, Indonesia bermartabat,” pungkasnya. (Mukrim).