SAMPANG, nusampang.com — Wakil Katib Syuriyah PCNU Sampang, Rahmatullah, menyayangkan adanya keterlibatan komunitas waria dalam kegiatan gerak jalan dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 RI di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Gus Rahmat, sapaan akrab Rahmatullah, menegaskan, dirinya sangat tidak setuju jika kegiatan kebangsaan itu diikuti oleh waria.
Menurutnya, sejak tahun-tahun sebelumnya para kiai sudah memberikan teguran agar hal serupa tidak terulang. Namun kenyataannya, keterlibatan waria dalam lomba gerak jalan kembali terjadi pada tahun ini.
“Apalagi tahun-tahun sebelumnya telah mendapat teguran dari para kiai dan diwanti-wanti agar kejadian ini tidak terulang kembali. Namun faktanya masih terjadi lagi kesekian kalinya,” ujarnya.
Ia juga mengkhawatirkan penampilan waria yang mengenakan seragam seksi dalam acara yang disaksikan masyarakat luas, termasuk anak-anak. Menurutnya, hal itu bisa menimbulkan kesan bahwa perilaku mereka dianggap wajar.
“Khawatir tampilnya waria dengan memakai seragam seksi di acara yang disaksikan masyarakat, khususnya anak-anak, memberikan kesan bahwa perilaku mereka dibenarkan secara norma agama dan adat,” kata Gus Rahmat.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahaya normalisasi perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan budaya. Jika hal itu dianggap lumrah, maka masyarakat bisa salah menilai. Sehingga perilaku menyimpang akan dicontoh dan semakin marak di masyarakat.
“Yang paling bahaya itu kalau suatu perilaku yang melanggar norma dan budaya dinormalisasi oleh masyarakat. Apalagi yang nonton banyak anak-anak kecil,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan