SAMPANG, NUsampang.com — Syuriah ranting NU Jungkarang, kiai Mat Waki membagikan kisah pengabdian panjangnya selama 35 tahun untuk Nahdlatul Ulama.
Cerita itu, ia sampaikan saat PCNU Sampang menggelar turba bertajuk NUSANTARA (NU Sampang Menata Ranting) ke ranting NU Jungkarang, Jumat (21/11/2025) malam, yang berlangsung hangat dan penuh inspirasi.
Dikenal masyarakat sebagai sosok sederhana, pria berusia 67 tahun tersebut mengisahkan bagaimana ia mulai aktif di NU sejak era kepemimpinan kiai Busyiri hingga sekarang. Dia bahkan masih mengingat masa ketika kiai Cholid Pramian memimpin NU Sampang.
“Saya ini sudah di NU sejak zaman kiai Busyiri. Waktu kiai Cholid Pramian jadi ketua NU, saya sering sowan ke rumah beliau, meskipun harus berjalan kaki,” kenang kiai Waki.
Tak hanya soal perjalanan organisasinya, kiai Mat Waki juga kembali menceritakan petuah yang didengar langsung dari KH As’ad Syamsul Arifin tentang pendirian NU yang merupakan wasiat dari Syaikhona Kholil.
“Kiai As’ad selalu bilang, NU ini berdiri atas wasiat Syaikhona Kholil. Maka barang siapa ikut menghidupkan NU, itu berarti ikut menjaga amanah ulama besar,” ujarnya.
Ia juga menyinggung semangat perjuangan kiai-kiai terdahulu yang rela mengorbankan waktu dan kenyamanan demi menggerakkan NU di tingkat desa.
“Dulu para kiai NU jarang tidur. Mereka keliling kampung, ngajari masyarakat, dan menuntun umat tanpa hitung lelah,” imbuhnya.
Turba PCNU Sampang malam itu makin bermakna dengan cerita kiai Mat Waki yang mengingatkan kembali akar perjuangan NU, yakni keikhlasan, keteguhan, dan kesetiaan pada amanah ulama.
Cerita sederhana yang kembali membakar semangat kader ranting untuk terus menghidupkan NU di dusun dan desa.

Tinggalkan Balasan