SAMPANG, NUsampang.com — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Sampang menggelar konsolidasi kader penggerak NU angkatan 56 di Pendapa 2 Trunojoyo, Kabupaten Sampang, Senin (08/12/2025) malam.
Acara tersebut merupakan sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Munir, Desa Gunung Maddah, Sampang pada 28-30 November 2025 lalu.
Dalam acara itu, seluruh kader penggerak NU angkatan 56 hadir untuk memantapkan tekadnya dalam berkhidmat untuk organisasi islam yang didirikan oleh KH Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan dan KH Hasyim Asyari tersebut.
Selain itu, juga turut hadir Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang KH Itqon Bushiri bersama jajaran, Ketua MWCNU Sampang KH Holili Mustofa dan jajaran serta para ketua Ranting NU se Kecamatan Sampang turun memeriahkan acara tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua PCNU Sampang, KH Itqon Bushiri, menekankan pentingnya penguatan internal NU di tengah tantangan perkembangan zaman yang kian dinamis.
“Penguatan amaliyah, fikrah, dan harakah kader penggerak NU sangat penting dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujarnya.
Kiai Itqon juga menegaskan bahwa mengikuti PD-PKPNU merupakan langkah fundamental bagi setiap kader agar mengenal NU secara komprehensif.
Konsolidasi ini bertujuan untuk memperkuat komitmen dan gerakan kader Penggerak NU di tingkat ranting.
“Kami berharap konsolidasi ini dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas kader penggerak NU, sehingga dapat lebih efektif dan inovatif dalam menggerakkan dakwah, sosial, dan ekonomi umat,” ujarnya.
Konsolidasi ini dihadiri oleh puluhan kader penggerak NU dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sampang yang telah lulus mengikuti PD-PKPNU angkatan 56.
Dalam hal ini, konsolidasi diharapkan dapat memperkuat peran Kader NU dalam menjaga harmonisasi sosial dan keutuhan bangsa.
Pada kesempatan tersebut, para kader juga mendapatkan pemantapan dari Wakil Ketua PCNU Kiai Nurudin yang juga selaku intruktur Pengkaderan.
Menurut kia Nuruddin, kader penggerak harus bisa berkontribusi kepada masyarakat baik yang pengurus maupun yang bukan pengurus Ranting. Bisa saja melalui berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam menggerakkan kegiatan NU di tingkat ranting.
“Kami sangat bersyukur atas terselenggaranya konsolidasi ini. Kami berharap, konsolidasi ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kader Penggerak NU, sehingga dapat lebih efektif dalam menggerakkan dakwah, sosial, dan ekonomi umat,” ujar kiai Nuruddin.
Dengan terselenggaranya konsolidasi ini, diharapkan kader penggerak NU angkatan 56 MWCNU Sampang dapat menjadi agen perubahan yang lebih efektif dalam menggerakkan kegiatan NU di tingkat ranting, dan memperkuat peran NU dalam menjaga harmonisasi sosial dan keutuhan bangsa. (Rif)***

Tinggalkan Balasan