SAMPANG, NUsampang.com — Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pangarengan menggelar rapat persiapan dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103 berdasarkan hitungan tahun Hijriyah.
Rapat tersebut diadakan sebagai langkah awal untuk mematangkan konsep dan rangkaian kegiatan yang akan digelar di berbagai titik di wilayah Pangarengan.
Dalam rapat tersebut, panitia merancang sejumlah agenda yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki dampak sosial, edukatif, dan ekologis bagi masyarakat.
Adapun rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi:
1. Sunatan Massal untuk masyarakat Pangarengan.
2. Menanam 103 pohon sebagai simbol usia NU dan bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
3. Napak tilas pendiri NU di Sampang, terutama tokoh-tokoh lokal yang berperan besar dalam penyebaran ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah.
4. Bakti sosial untuk warga yang membutuhkan.
5. Lomba mewarnai dan menyanyikan lagu “Yalal Wathon” bagi anak-anak PAUD dan TK.
6. Khotmil qur’an bersama para kiai, masyayikh, dan jamaah.
7. Acara puncak harlah yang akan menjadi momentum refleksi dan konsolidasi warga NU.
Ketua MWCNU Pangarengan, KH Moh Sholihin, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan Harlah NU bukan hanya sebagai agenda tahunan, tetapi juga sebagai ruang kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Biar ada kegiatan di Harlah NU yang rutin tahunan, namun tetap memberikan dampak positif bagi masyarakat Pangarengan,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).
Menurutnya, keterlibatan seluruh pengurus, lembaga, dan badan otonom NU sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga.
Dengan terselenggaranya rangkaian kegiatan tersebut, MWCNU Pangarengan berharap Harlah NU ke-103 tidak hanya menjadi momentum peringatan sejarah, tetapi juga menjadi penguat khidmat sosial serta perwujudan nilai-nilai perjuangan para pendiri NU. (Imam Faroji Wahdi)***

Tinggalkan Balasan