SAMPANG, NUsampang.com — Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sepakat untuk segera menyelenggarakan Muktamar bersama yang sah dan sesuai dengan aturan hukum/organisasi.
Kesepakatan krusial ini dicapai dalam Rapat Konsultasi Syuriyah bersama para Mustasyar yang berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur pada Kamis (25/12/2025).
“Ketua Umum dan Rais Aam dengan bimbingan para masyayikh sepuh NU dan Mustasyar bersetuju untuk mengadakan Muktamar bersama yang legitimate sesegera mungkin,” tulis pernyataan resmi PBNU melalui akun Instagram @nuonline_id.
Pertemuan tersebut juga menghasilkan keputusan untuk membentuk kepanitiaan bersama. Panitia ini nantinya akan bertugas merumuskan waktu, lokasi, hingga detail teknis pelaksanaan Muktamar. Seluruh proses persiapan ini akan berada di bawah arahan langsung Mustasyar PBNU.
Dalam cuplikan video yang beredar, suasana pertemuan tampak emosional. Gus Yahya terlihat bersalaman dan mencium tangan KH Miftachul Akhyar, serta sejumlah kiai sepuh yang hadir, termasuk KH Ma’ruf Amin, KH Nurul Huda Djazuli, dan KH Anwar Manshur.
Poin-Poin Kesepakatan Lirboyo:
1. Mengadakan Muktamar yang shohih dan legitimate di bawah Rais Aam dan Ketum PBNU sesuai mandat Muktamar Lampung.
2. Pembentukan panitia bersama oleh Rais Aam dan Ketum PBNU.
3. Panitia akan menentukan lokasi dan waktu di bawah bimbingan Mustasyar PBNU.
Langkah ini dipandang sebagai upaya rekonsiliasi setelah PBNU sempat diguncang dinamika internal dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, tensi di internal organisasi memuncak setelah rapat harian Syuriyah PBNU pada November lalu mengeluarkan rekomendasi agar Gus Yahya mundur dari jabatan Ketua Umum.
Bahkan, pada rapat pleno Syuriyah di Jakarta, 9 Desember lalu, sempat diputuskan penunjukan KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU untuk mengisi sisa masa jabatan hingga 2026. (Mukrim Salsabila).

Tinggalkan Balasan