SAMPANG, NUsampang.com — Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pangarengan menggelar kegiatan puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103 dengan penuh khidmat dan semarak.
Kegiatan tersebut menjadi penutup dari rangkaian agenda Harlah NU yang telah dilaksanakan sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
Ketua Panitia Harlah NU MWCNU Pangarengan, H Moh Affan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Harlah NU tahun ini dikemas dengan agenda sosial, edukatif, dan spiritual sebagai wujud khidmah NU kepada masyarakat.
“Rangkaian kegiatan ini kami awali dengan sunnatan massal dan donor darah pada 24 Desember 2025, dilanjutkan penanaman pohon, napak tilas NU Sampang serta lomba-lomba,” ujarnya, Rabu (07/01/2026)
Ia menjelaskan, lomba-lomba tersebut meliputi lomba menyanyi lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathon, serta lomba mewarnai lambang NU tingkat TK dan PAUD. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan malam puncak Harlah NU berupa istighotsah bersama.
Malam puncak penutupan Harlah NU tersebut turut dihadiri oleh jajaran Pengurus PCNU Sampang, Polsek Pangarengan, Posramil Pangarengan, serta para tokoh agama dan masyarakat setempat.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Pangarengan, KH Moh Sholihin, dalam sambutannya menegaskan komitmen MWCNU Pangarengan dalam merawat lingkungan sebagai bagian dari implementasi hasil Bahtsul Masail.
“Dalam rangkaian kegiatan sebelumnya, kami melaksanakan penanaman pohon sebanyak 103 pohon, disesuaikan dengan usia Harlah NU yang ke-103. Ini merupakan komitmen MWCNU Pangarengan untuk menjalankan hasil Bahtsul Masail di Jombang, yaitu merawat lingkungan,” ujarnya.
Kiai Sholihin juga menekankan pentingnya merawat NU sebagai jam’iyyah yang senantiasa hadir dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Mengapa kita harus merawat NU? Karena apapun yang terjadi, NU tetap berkomitmen hadir untuk masyarakat dan memberi manfaat. Kami khawatir, jika NU tidak dirawat, akan ada kelompok-kelompok lain yang justru meresahkan dan merecoki masyarakat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas pelaksanaan kegiatan Napak Tilas Muassis NU yang bertepatan dengan agenda besar PWNU Jawa Timur.
“Saya tidak menyangka bahwa kegiatan Napak Tilas Muassis NU yang diagendakan MWCNU Pangarengan ternyata berbarengan dengan Napak Tilas Tajdidul Isyaroh, yakni pembaruan isyaroh berdirinya Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan oleh PWNU Jawa Timur,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan Harlah NU ke-103 ini, MWCNU Pangarengan berharap semangat khidmah, persatuan, dan kepedulian sosial Nahdlatul Ulama semakin menguat di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan