SAMPANG, NUsampang.com,
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang bersama PCNU Bangkalan menggelar ziarah muassis dalam rangka memperingati satu abad Nahdlatul Ulama (NU) berdasarkan kalender Masehi pada Sabtu (24/01/2026) pagi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian refleksi 100 tahun perjalanan NU dalam menjaga agama, bangsa, dan tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jamaah.

Pantauan NUsampang.com, sejumlah ulama khos turut hadir dalam ziarah muassis tersebut. Suasana khidmat semakin terasa saat tahlil bersama dimulai.

Pembacaan Surat Al-Fatihah dipimpin oleh KH Agus Masyhuri.

Ziarah muassis dilaksanakan dilokasi bersejarah, yakni Maqbarah Syaichona Kholil dan Doro Muntaha, Kabupaten Bangkalan.

Tempat tersebut dikenal sebagai pusat spiritual dan jejak penting lahirnya ulama besar yang berkontribusi terhadap berdirinya NU.

Kegiatan ziarah ini diikuti oleh jajaran pengurus PCNU Sampang dan PCNU Bangkalan secara bersama-sama.
Kebersamaan tersebut menjadi simbol kuatnya ukhuwah nahdliyah lintas cabang dalam menyongsong abad kedua NU.

Selain itu, jajaran pengurus PWNU Jawa Timur juga tampak mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhidmatan.

Ketua PCNU Sampang, KH Itqan Bushiri, menekankan pentingnya meneladani perjuangan para muassis NU sebagai pijakan menghadapi tantangan zaman.

Menurut Kiai Itqan, ziarah muassis ini menjadi momentum refleksi sejarah perjuangan ulama dalam membangun peradaban Islam Nusantara.

“Nilai keikhlasan, keilmuan, dan pengabdian para pendiri NU ditekankan sebagai spirit utama peringatan satu abad NU,” ucapnya.

Tahlil dipimpin langsung oleh KH Mas Abdul Adzim Kholili dengan diikuti seluruh peserta ziarah. Doa penutup dalam rangkaian ziarah muassis juga dipimpin oleh KH Agus Masyhuri.

Doa tersebut dipanjatkan untuk para muassis NU, ulama, serta keselamatan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Para peserta tampak larut dalam suasana spiritual sepanjang rangkaian kegiatan berlangsung.

Ziarah ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga penguatan nilai ideologis ke-NU-an. PCNU Sampang memaknai ziarah muassis sebagai pengingat akan tanggung jawab besar NU di masa depan.

Memasuki abad kedua, NU diharapkan tetap konsisten menjaga tradisi, moderasi, dan persatuan umat. Sementara itu, PCNU Bangkalan menegaskan pentingnya sinergi antarstruktur NU.

Kolaborasi lintas cabang dinilai menjadi kunci keberhasilan NU dalam menjawab tantangan sosial dan kebangsaan.
Ziarah muassis ini juga menjadi sarana konsolidasi organisasi.

Melalui kegiatan ini, semangat khidmat dan jam’iyyah di kalangan pengurus semakin diperkuat. Peringatan 100 tahun NU kalender Masehi diharapkan tidak sekadar bersifat seremonial.

Namun, menjadi titik tolak revitalisasi peran NU dalam dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Dengan ziarah muassis ini, NU meneguhkan komitmennya untuk terus merawat warisan ulama.
Sekaligus melangkah mantap menyongsong abad kedua dengan spirit keberlanjutan dan kemaslahatan umat.