PULAU MANDANGIN, NUsampang.com.
Konferensi ke-III Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pulau Mandangin pada Ahad (17/05/2026) berlangsung sukses dan khidmat.

Kegiatan yang digelar di Madrasah Diniyah Darul Ulum Mandangin ini menjadi forum musyawarah tertinggi di tingkat MWCNU dalam melakukan evaluasi organisasi, merumuskan arah program kerja, serta memilih kepengurusan baru.

Konferensi diawali dengan sidang pleno I yang membahas dan menetapkan tata tertib konferensi sebagai pijakan utama seluruh rangkaian agenda. Selanjutnya, sidang pleno II diisi dengan sidang komisi yang meliputi komisi rekomendasi, komisi organisasi, komisi program kerja, dan komisi bahsul masail.

Dimana, pembahasan di masing-masing komisi menghasilkan sejumlah rumusan strategis yang akan menjadi pedoman kebijakan, serta program kerja MWCNU Pulau Mandangin ke depan.

Kemudian dilanjutkan agenda berikutnya, sidang pleno III yakni penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus MWCNU periode 2021–2026. Setelah laporan diterima oleh peserta konferensi, sidang ditutup dengan pernyataan demisioner kepengurusan lama, sebagai tanda berakhirnya masa khidmat.

Puncak Konferensi III MWCNU Mandangin berlangsung pada sidang pleno IV yang mengagendakan pemilihan Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA), pemilihan Rais MWCNU serta pemilihan Ketua MWCNU masa khidmat 2026–2031.

Proses pemilihan berlangsung secara musyawarah dan penuh kebersamaan, demi menjaga kesinambungan dan soliditas organisasi.

Kemudian, sidang pleno yang berlangsung dinamis namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah ini diawali dengan tahapan penjaringan bakal calon sesuai tata tertib konferensi.

Para perwakilan ranting di tiga dusun diberikan hak untuk mengusulkan nama-nama bakal calon yang dinilai memiliki kapasitas, serta komitmen dalam mengelola organisasi.

Dari hasil penjaringan tersebut, mengerucut dua nama bakal calon, yakni Ustad Fadli Imam dan H Mahbub Utsman. Dalam tahap awal ini, Ustad Fadli Imam memperoleh satu suara, sementara H Mahbub Utsman mendapatkan dua suara dari total suara per ranting.

Memasuki tahapan selanjutnya, pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada kedua bakal calon untuk menyatakan kesanggupan, Ustad Fadli Imam mengawali pernyataan sikap bahwa tidak siap untuk menjadi ketua Tanfidziyah MWCNU Mandangin masa khidmat 2026-2031. Sedangkan, H Mahbub Utsman menyatakan siap berkhidmat sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Mandangin selanjutnya.

Alhasil dari hasil pemilihan tersebut, Nuzur Jauhari terpilih sebagai Rais MWCNU Pulau Mandangin, sedangkan H Mahbub Utsman dipilih dan ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Pulau Mandangin masa khidmat 2026–2031.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, diharapkan MWCNU Pulau Mandangin semakin kokoh dalam penguatan organisasi, optimal dalam pelayanan keumatan, serta progresif dalam mengembangkan program keagamaan dan sosial, demi kemaslahatan masyarakat Desa Pulau Mandangin. (Ibnu Nasir)