PULAU MANDANGIN, NUsampang.com.
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Pulau Mandangin Tengah (RAMAH) Kecamatan/Kabupaten Sampang, tengah menggiatkan ronda malam, tujuannya menjaga keamanan kampung dari aksi pencurian. Dimana, kegiatan ronda ini dilakukan secara bergilir setiap malam di Dusun Tengah (Kramat) Desa setempat.

Bersama warga, pemuda Ansor, Banser, hingga tokoh masyarakat ikut terlibat dalam patroli keliling kampung. Sementara, pos jaga dan pemantauan di titik-titik rawan yang berada di kampung tersebut.

Ketua Pengurus Ramah NU Pulau Mandangin, Sohibul Kahfi Z mengatakan ronda malam ini digalakkan, menyusul adanya keresahan warga terkait maraknya aksi maling di beberapa rumah dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami tidak ingin warga selalu merasa khawatir, makanya pengurus NU mengajak semua elemen untuk kembali menghidupkan ronda keamanan karena ini tanggung jawab bersama,” ujarnya, Sabtu (08/11/2026) malam.

Menurutnya, selain patroli pengurus NU juga mengimbau agar warga lebih waspada, dengan cara mengunci pintu dan jendela rumah, tidak meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

“Kita harus bersama menjaga keamanan kampung kita dan segera melaporkan jika melihat orang asing yang mencurigakan,” tegasnya.

Sementara, salah satu warga yang enggan disebut namanya mengaku bersyukur, dengan adanya ronda malam oleh pengurus NU ini, lingkungan kampung warga terasa lebih tenang sejak ronda kembali diaktifkan.

“Sekarang kalau setiap malam kondisi kampung lebih ramai dan nyaman karena ada yang jaga. Saya juga bisa tidur nyenyak dan tidak perlu merasa khawatir berlebihan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Misbahul Munir selaku Rois Ranting Tengah (Ramah) NU Mandangin menyatakan, bahwa ronda malam bukan hanya soal menjaga dari maling, tetapi juga menjaga silaturahmi antar warga mandangin.

“Alhamdulillah saat ini situasi di pulau terasa mulai kondusif, ronda malam ini juga berkoordinasi dengan aparat desa setempat agar pengamanan berjalan lebih maksimal,” ujarnya.

Sebab itu, Pengurus Ramah NU Mandangin berharap kegiatan ronda ini tidak hanya bersifat sementara. Namun, bisa menjadi budaya gotong-royong yang terus dijaga di pulau tercinta seperti dulu kala.

“Warga Desa Pulau Mandangin dikenal dengan keakraban yang kuat dan rasa kepemilikan bersama ini harus tetap dijaga untuk diwariskan ke anak cucu kita nanti,” harapnya. (Ali)